Psikologi Klinis dalam Internet
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi dan Teknologi Internet
Dosen : Kiki Septella Sari
Disusun oleh :
Ni Made Puspa Adnyani
15515031
2PA12
JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
A. Psikoterapi
Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan
pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua
kata, yaitu “Psyche” yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan “Therapy” yang
artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi
disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi
pikiran. Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis
(Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog
atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu
melakukan psikoterapi.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau
lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki
keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan
ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara
profesional dan legal.
Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1. Dari segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal,
profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
2. Dari segi tujuan : untuk
mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau
meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis
melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji
efektivitasnya.
Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia
seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan
pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi
antara lain:
• Menghapus, mengubah atau
mengurangi gejala gangguan psikologis.
• Mengatasi pola perilaku yang
terganggu.
• Meningkatkan pertumbuhan dan
perkembangan kepribadian yang positif.
• Memperkuat motivasi klien
untuk melakukan hal yang benar.
• Menghilangkan atau mengurangi
tekanan emosional.
• Mengembangkan potensi klien.
• Mengubah kebiasaan menjadi
lebih baik.
• Memodifikasi struktur kognisi
(pola pikiran).
• Memperoleh pengetahuan
tentang diri / pemahaman diri.
• Mengembangkan kemampuan
berkomunikasi dan interaksi sosial.
• Meningkatkan kemampuan dalam
mengambil keputusan.
• Membantu penyembuhan penyakit
fisik.
• Meningkatkan kesadaran diri.
• Membangun kemandirian dan
ketegaran untuk menghadapi masalah.
• Penyesuaian lingkungan sosial
demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
Psikoterapi berbeda dengan pengobatan tradisional yang sering memandang
gangguan psikologis sebagai gangguan karena sihir, kesurupan jin atau karena
roh jahat. Anggapan-anggapan yang kurang tepat tersebut karena sebagian
masyarakat terlalu mempercayai tahayul dan kurang wawasan ilmiahnya. Dalam
psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar
tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara modern
yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi tidak
ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien psikoterapi juga tidak diberi obat,
karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.
Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak
otaknya). Justru psikoterapi hanya digunakan untuk menangani orang waras
yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang
ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Sedangkan penanganan orang gila adalah
urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas
dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari
pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok.
Psikoterapi hanya bisa dilakukan apabila Anda ingin disembuhkan atau ingin
berubah. Psikoterapi tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau dibantu.
Ada banyak metode psikoterapi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah
Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour
Therapy, Body-Oriented Psychotherapy, Expressive Therapy, Interpersonal
Psychotherapy, Narrative Therapy, Conditioning, Mental Imagery, Neurolinguistic
Programming, Laughter Therapy, Self Programming, Spiritual Therapy,
Transpersonal Psychotherapy, Relaxation Therapy, Forgiveness Therapy, Trance
Psychotherapy, Neurofeedback dan masih
banyak lagi. Psikoterapis yang memahami masalah Anda akan memberikan metode
terapi yang paling tepat bagi Anda.
Interaksi antara Anda dan psikoterapis akan seperti persahabatan.
Seorang psikoterapi tidak bisa membantu dengan maksimal apabila Anda tidak mau
terbuka mengenai masalah Anda. Oleh karena itu, sebelum Anda menemui psikoterapis, Anda harus membuka diri
untuk mendapatkan sahabat baru.
Kelebihan :
> Menghemat waktu, karena
klien tidak perlu Repot-repot untuk datang ke tempat Psikoterapis
> Lebih Hemat dan Murah, biasanya Psikoterapi yang di Lakukan secara
Online memiliki Cost harga yang lebih murah ketimbang Datang langsung ke Tempat
Terapis, bahkan ada Psikoterapis yang tidak di pungut biaya alias Gratis
> Cocok untuk Orang yang Memiliki Kepribadian Tertutup alias Pemalu,
biasanya orang Pemalu akan lebih terbuka dan Berani jika Terapis di lakukan
jarak jauh ketimbang Bertatap Muka langsung
Kekurangan :
> Sang Terapis, dalam hal ini sang Psikolog, tidak mengetahui
bagaimana keadaan klien sesungguhnya itu seperti apa.
> Terapis tidak bisa mengetahui bagaimana Bahasa Tubuh si Klien,
tatapan mata klien, dan cara bicara si klien, seperti kita tahu bahwa bahasa
tubuh, tatapan mata, dan cara bicara merupakan entry point bagi seorang
Psikolog untuk bisa mengetahui Kepribadian, karakteristik, dan bahkan
Permasalahan yang sedang di alami Sang Klien
Contoh Kasus Psikoterapi
SEBUAH KASUS FOBIA SPESIFIK
Dikutip dari Buku Psikologi Abnormal jilid 1, ed 5
Lulus ujian adalah titik balik penting dalam hidup carla, tetapi memberinya perasaan ngeri kalau ia berpikir tentang harus memasuki gedung pengadilan negeri. Ia tidak takut bila harus menghadapi hakim yang hostile atau kalah dalam pembelaannya, tetapi karena harus menaiki tangga ke lantai dua dimana ruang-ruang pengadilan berada. Carla, 27 tahun menderita acrophobia atau takut ketinggian. “Lucu jika anda mau tahu,” Carla berkata pada terapisnya. “Saya tidak punya masalah untuk terbang atau melihat keluar jendela pesawat terbang pada ketinggian 30000 kaki. Tetapi escalator di mall membuat saya berdegup-degup. Pokoknya setiap situasi di mana saya bisa jatuh, seperti misalnya balkon.”
Orang dengan gangguan-gangguan kecemasan berusaha untuk menghindari situasi atau objek yang mereka takuti. Carla meneliti dulu gedung pengadilan sebelum ia dijadwalkan untuk tampil. Ia merasa sangat lega karena ada elevator di bagian belakang gedung pengadilan yang dapat ia gunakan sehingga ia tidak harus naik tangga.
Analisis Kasus :
Dalam kasus fobia yang diderita Carla, Psikoterapi dapat diterapkan dalam proses treatment penyembuhan fobia yang Carla derita. Dengan menggunakan Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) yang berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Dalam hal ini, Carla telah belajar bahwa "ketika saya berada di tempat ketinggian seperti eskalator atau tangga, maka respon saya adalah perilaku ketakutan akan terjatuh." Joseph Wolpe mengembangkan desentisasi sistematis atas dasar asumsi bahwa fobia adalah sesuatu yang dipelajari atau merupakan respon-respon yang terkondisi. Ia juga berasumsi bahwa perilaku ini dapat dihilangkan melalui counterconditioning.
Dalam counterconditioning suatu respon yang tidak harmonis (incompatible) dengan kecemasan dibuat muncul bersama kondisi-kondisi yang biasanya memunculkan kecemasan. Kasus Carla dapat menggunakan prinsip counterconditioning sebagai terapi penyembuhannya. Dengan mengajarkan kepada Carla agar tetap relaks berada ditempat-tempat ketinggian seperti eskalator dan tangga.
B. Tes
psikologi online
Anne Anastasi (1976) mengatakan bahwa tes
pada dasarnya adalah suatu pengukuran yang obyektif dan standar terhadap sampel
perilaku. Brown (1976) mengatakan bahwa tes adalah suatu prosedur yang
sistematis guna mengukur sample perilaku seseorang. Namun Brown menganggap
bahwa ciri sistematis tersebut telah mencakup pengertian obyektif, standar, dan
syarat-syarat kualitas lainnya.
Definisi yang lebih lengkap dapat dikutipkan langsung dari pendapat Cronbach yang dikemukakan dalam bukunya Essentials of psychological Testing, yaitu: “….a systematic procedure for observing a person’s behavior and describing it with the aid of a numerical scale or a category system” (Cronbach, 1970).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Psikotes adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental.
Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
● Kelebihan Tes Psikologi Online :
- Mengetahui potensi-potensi diri yang ada pada diri anda dan mengoptimalkannya untuk kesuksesan anda dalam karir dan kehidupan
- Menyadarkan diri sendiri bahwa anda masih memiliki banyak kekurangan sehingga pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain.
- Dapat mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan kepribadian karakter anda, sehingga anda melakukan pekerjaan tersebut dengan bahagia. Bahagia karena pekerjaan tersebut cocok untuk anda. Dan bahagia karena mendapatkan imbalan sepadan terhadap apa yang anda kerjakan dengan sepenuh hati.
- Dapat menempatkan diri dalam menjalin relasi dengan orang lain sehingga dapat membantu kesuksesan anda
- Mengenal diri sendiri dapat membantu anda untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi.
- Mengenal kepribadian (personality) diri dapat membantu anda menerima dengan ihlas segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri, sekaligus menerima dan bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan orang lain (suami/isteri, anak, rekan kerja, atasan, kakak, adik, atau siapapun juga).
● Kekurangan Tes Psikologi Online :
Definisi yang lebih lengkap dapat dikutipkan langsung dari pendapat Cronbach yang dikemukakan dalam bukunya Essentials of psychological Testing, yaitu: “….a systematic procedure for observing a person’s behavior and describing it with the aid of a numerical scale or a category system” (Cronbach, 1970).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Psikotes adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; pengujian mental.
Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
● Kelebihan Tes Psikologi Online :
- Mengetahui potensi-potensi diri yang ada pada diri anda dan mengoptimalkannya untuk kesuksesan anda dalam karir dan kehidupan
- Menyadarkan diri sendiri bahwa anda masih memiliki banyak kekurangan sehingga pantang untuk bersikap sombong dan merendahkan orang lain.
- Dapat mengetahui jenis pekerjaan apa yang paling cocok dengan kepribadian karakter anda, sehingga anda melakukan pekerjaan tersebut dengan bahagia. Bahagia karena pekerjaan tersebut cocok untuk anda. Dan bahagia karena mendapatkan imbalan sepadan terhadap apa yang anda kerjakan dengan sepenuh hati.
- Dapat menempatkan diri dalam menjalin relasi dengan orang lain sehingga dapat membantu kesuksesan anda
- Mengenal diri sendiri dapat membantu anda untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi.
- Mengenal kepribadian (personality) diri dapat membantu anda menerima dengan ihlas segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri, sekaligus menerima dan bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan orang lain (suami/isteri, anak, rekan kerja, atasan, kakak, adik, atau siapapun juga).
● Kekurangan Tes Psikologi Online :
- Tidak bersifat tertutup karena, hasil dari tes dapat dilihat oleh orang lain.
- Belum tentu akurat karena tes tidak dilakukan dengan seorang psikolog.
- Bisa diperbaiki berkali kali jika ada soal yang menyulitkan dan dipelajari oleh orang yang melakukan tes dengan demikian orang tersebut dapat semakin mengerti dengan tes itu karena belajar bukan spontanitas.
Contoh web yang menyediakan test psikologi online :
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar