Psikologi dan Internet dalam lingkup Interpersonal
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi dan Teknologi Internet
Dosen : Kiki Septella Sari
Disusun oleh :
Ni Made Puspa Adnyani
15515031
2PA12
JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
A. Sejarah
Komunitas Online
Komunitas
adalah kumpulan orang yang saling berinteraksi diantara anggotanya berdasarkan
adanya kesamaan. Komunitas terbentuk bisa karena kesamaan asal daerah dari
anggotanya (misal: Paguyuban Madura, Komunitas Lampung, Komunitas Anak Medan),
kesamaan nama (misal: Komunitas Asep), kesamaan hobby (misal: Komunitas Mancing
Mania, Komunitas Parkour), kesamaan profesi (misal: Lawyer Club, Ikatan Akuntan
Indonesia), kesamaan menggunakan produk tertentu (misal : Komunitas Yamaha
Club, Komunitas Honda Tiger), kesamaan ngefans klub olahraga (misal : komunitas
MU Mania, Jak Mania), kesamaan menggunakan platform online tertentu (misal:
Komunitas Blogger, Tweeps, Facebooker). Sebuah komunitas harus melakukan
kegiatan rutin yang menandakan bahwa komunitas itu eksis. Dengan kata lain
sebuah komunitas tanpa kegiatan menandakan komunitas itu mati. Tentunya
orang-orang yang bergabung dalam sebuah komunitas melakukan satu kegiatan
bersama dalam suasana bersahabat dan menyenangkan. Komunitas online merupakan
komunitas yang mempunyai keunikan tersendiri. Dibilang unik karena para anggota
didalam sebuah komunitas online bisa secara bersama-sama melakukan suatu aksi
tanpa harus berkumpul di satu tempat.
Onliner
New York, Denpasar, Palu, Jakarta, Seoul, Semarang, Surabaya, Bandung yang
bergabung dalam sebuah komunitas dapat melakukan satu aksi kampanye secara
berbarengan melalui internet (contoh: Kampanye anti Global Warming, kampanye
dukung Pulau Komodo, kampanye gemar membaca buku). Namun onliner juga manusia,
merasa tak afdol jika belum berinteraksi langsung secara fisik dengan onliner
lainnya. Terjadilah pertemuan para onliner di dunia nyata yang umumnya
dinamakan Kopdar. Kopdar adalah suatu
bentuk komunikasi nyata pelaku dunia maya dimana orang yang ikut kopdar itu
bisa saling berkenalan secara pribadi atau sharing ilmu dan pengalaman. Tak
bisa dipungkiri bahwa secara psikologis jika sesorang rutin bertemu dan
berinteraksi dengan orang lain yang mempunyai kesamaan minat di sebuah komunitas
akan menimbulkan ikatan emosional tersendiri dihati orang tersebut terhadap
komunitasnya.
Beberapa sejarah dari
komunitas yang pernah menjadi trend di
kalangan masyarakat yaitu :
1. Friendster
Pada tahun 2002, seorang
programmer komputer bernama Jonathan Abrams menciptakan sebuah jejaring sosial
bernama friendster di Mountain View, California. Friendster merupakan salah
satu situs jaringan sosial pertama untuk mencapai lebih dari 1 juta anggota
pertama. Kata "friendster" berasal dari kata friends = teman dan
napster = rekan file sharing. Jadi, friendster berasal dari dua gabungan kata
yaitu, friend dan napster. Awalnya friendster dikenal sebagai situs jejaring
sosial, tetapi baru - baru ini friendster di daur ulang menjadi situs permainan
sosial yang berfokus pada permainan dan musik .
2. Facebook
Facebook merupakan layana
jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada bulan Februari 2004 yang
dimiliki dan dioperasikan oleh Facebook, Inc. Facebook diciptakan oleh
mahasiswa Harvard bernama Mark Zuckerberg, bersama teman sekamarnya dan
mahasiswa Ilmu Komputer yaitu Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz, dan Chris
Hughes. Keanggotaan situs web ini awalnya hanya terbatas pada mahasiswa Harvard
saja, tetapi lama kelamaan berkembang ke universitas lain hingga akhirnya untuk
setiap orang yang berumur 13 tahun ke atas. Studi compete.com pada bulan
januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial yang paling
banyak digunakan menurut jumlah pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Pada
Mei 2012 , Facebook memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif, lebih dari
separuhnya menggunakan peralatan bergerak.
Untuk dapat bergabung dalam situs web ini pertama pengguna harus
mendaftar atau sign up. Setelah itu pengguna dapat membuat profil pribadi, menambahkan
pengguna lain sebagai teman dan bertukar pesan.
3. Twitter
Twitter diciptakan oleh
Jack Dosey pada tahun 2006. Twitter merupakan
situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter, Inc, situs ini
berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca
pesan yang disebut kicauan atau tweets. Tweets adalah teks tulisan yang berisi
maksimal 140 karakter yang ditampilkan
pada halaman profil pengguna. Pengguna dapat mengikuti pengguna twitter lainnya
yang dikenal dengan Following. Sedangkan pengguna juga dapat memiliki pengikut
yang sering disebut Followers. Hingga saat ini twitter mendapatkan popularitas
dari seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna.
Kemampuan komunitas online
untuk menyatukan manusia dalam ruang lingkup global bisa mendatangkan banyak
manfaat Tetapi berhati- hatilah karena cakupannya yang terlalu besar. Komunitas
online bisa menjadi tempat strategis bagi para penjahat untuk mengincar anda.
Yang sering terjadi biasanya adanya pencurian identitas dan pelecehan.
Kebanyakan korbannya adalah anak- anak. Selain itu banyak psikolog yang
mengkhawatirkan bahwa terlalu banyak berinternet membuat orang melupakan
kehidupan nyata di masyarakat.
B. Polarisasi
dalam internet – Polarisasi Kelompok
Polarisasi
adalah kecenderungan ke arah posisi yang ekstrem. Bila sebelum diskusi kelompok
para anggota mempunyai sikap agak mendukung tindakan tertentu, setelah diskusi
mereka akan lebih kuat lagi mendukung tindakan itu. Sebaliknya, bila sebelum
diskusi para anggota kelompok agak menentang tindakan tertentu, setelah diskusi
mereka akan menentang lebih keras.
Berdasarkan
perbedaan status, keadaan, kepribadian, dan kebiasaan para pengguna internet
umumnya akan terbentuk kelompok-kelompok atau forum-forum yang memiliki tujuan
masing-masing. Pengelompokan di internet juga dapat berasal dari fasilitas
internet yang beragam seperti beragamnya layanan yang disediakan internet
seperti fasilitas jejaring sosial, fasilitas streaming, fasilitas berbagi informasi,
fasilitas unggah dan unduh, fasilitas jual beli, fasilitas cloud software, dan
sebagainya. Hal tersebut dapat kita katakan sebagai sebuah polarisasi internet,
yang daripadanya akan terbentuk kelompok-kelompok pengguna.
Sebagai
contoh polarisasi yang diakibatkan oleh fasilitas internet adalah pembentukan
kubu para pengguna. Misalkan anda adalah pengguna layanan jejaring sosial
dibawah. Maka disadari atau tidak anda sudah ikut terpolarisasi dan menjadi
bagian dari salah satu kelompok pengguna salah satu fasilitas jejaring sosial
diatas. Karena tanpa disadari anda akan mengatakan hal seperti “Hai kamu sudah
mendapatkan materi yang aku share di facebook” atau “Periksa tweet saya ya,
mungkin kamu akan terkejut” dan anda akan mengatakan hal yang demikian hanya
dengan orang yang memiliki akun di jejaring sosial yang sama karena tidak
mungkin anda menyuruh orang yang hanya memiliki akun facebook untuk menanggapi
tweet anda maupun sebaliknya terkecuali telah dilakukan proses sinkronisasi
daiantara keduanya.Selain itupun polarisasi dapat terjadi karena perbedaan
layanan pada internet seperti:
1. Jejaring Sosial
Disini user dapat berbagi
informasi dan data pribadi maupun berbagi pengetahuan dengan teman yang
menggunakan jejaring sosial yang sama. Seperti munculnya sekelompok pengguna
facebook atau twitter.
2. Streaming
Dengan fasilitas streaming
user dapat berbagi video mereka, serta dapat mengomentari serta me-rating video
sendiri maupun orang lain yang mengupload videonya ke situs streaming tersebut.
3. Forum Komunitas Maya
Forum Komunitas maya adalah
proses polarisasi internet yang paling jelas terlihat, karena didalamnya jelas
terlihat sekumpulan orang dengan kesamaan tertentu seperti kesamaan tempat
tinggal, status, hobi, serta kepribadian.
4. Cloud Storage
Fasilitas cloud storage
juga merupakan salah satu aspek yang terlibat dalam polarisasi internet. Beberapa
user biasanya lebih memilih menggunakan beberapa situs storage lokal yang
meminimalisasi waktu unduh dan unggah sementara yang lainnya memilih situs
storage luar yang memiliki kapasitas besar.
5. Surel
Surel atau surat elektronik
adalah fasilitas penyedia surat-menyurat elektronik (e-mail). Walaupun terdapat
kelompok pengguna dalam fasilitas surel, hal ini tidak menutup pengguna
fasilitas surel provider lain berkomunikasi dengan kita.
6. Blog
Dengan fasilitas blog, user
dapat membagi informasi tentang berbagai hal kepada pembaca blog tersebut. Di
internet terdapat beberapa situs yang menyediakan jasa penyediaan blog seperti
Blogspot, WordPress, Ngeblogs dan sebagainya.
7. Milist
Milist atau kependekan dari
Mailing list memiliki fungsi sebagai penyedia kelompok diskusi online secara
real time. Di dalam milist terdapat kelompok-kelompok yang dibagi berdasarkan
topic yang dibicarakan dalam kelompok.
8. Chatting dan
Teleconference
Layanan chatting dan
teleconference dapat digunakan user untuk mengobrol dengan user lain secara
real time, bahkan dengan teleconference user dapat bertatap muka dengan user
lain secara real time.
Dengan adanya polarisasi
internet berdasarkan kegunaanya dapat terjadi pengelompokkan. Baik kelompok
yang memiliki tujuan ataupun sebuah kelompok orang yang memiliki kesamaan nasib
atau pilihan. Polarisasi internet bahkan dapat terjadi pada sekelompok orang
yang secara tidak sadar menggunakan google sebagai search engine, memang tidak
ada hubungan/ komunikasi antara mereka namun orang dapat memandang bahwa mereka
adalah pengguna google atau “kelompok” orang yang menggunakan web browser
google.
Selain itupun dalam dunia
maya terdapat forum yang dimana setiap anggotanya menyadari mereka adalah
bagian dari forum itu atau bagian dari kelompok itu. Contohnya adalah pengguna
forum kaskus yang akan melabelkan setiap anggotanya sebagai kaskusers. Serta
dalam kelompok tersebut biasanya terdapat suatu aturan yang tertulis maupun
yang berupa tata krama yang merupakan aturan bagi kelompok tersebut dalam
bertindak dan berbuat, seperti pelarangan memberikan komentar berbau SARA,
flaming, atau spam di suatu thread (artikel)yang merupakan aturan tertulis
serta kata sapaan “gan” atau “sis” yang digunakan anggota forum dalam
berkomunikasi sesama anggota.
C. Kelompok Unik dalam Internet - Kelompok
Virtual
Virtual
Di
dalam dunia internet terdapat banyak sekali kelompok-kelompok atau biasa yang
disebut dengan komunitas (fanbase) dari kelompok musik, kelompok jual beli
barang, kelompok sosial, dsb. Ini sangat bermanfaat bagi si pengguna karena
mulai dari dunia maya kita dapat mengenal satu sama lain orang-orang yang
mempunyai hobi dan kebiasaan yang sama, orang-orang yang tadinya tidak kita
kenal tetapi dengan adanya kelompok unik ini melalui internet kita dapat
bersosialisasi dengan anggota-anggota lain. Hobi yang sama, mempunyai barang
yang hampir sama karena sama-sama memiliki rasa kekaguman sehingga apapun
barangnya, bagaimanapun bentuk dan cara menggunakannya kalau sudah terlanjur
suka dan kagum pasti akan terus-menerus dicari, bahkan ada yang sampai mencari
barang yang dia suka dia dengan keberaniannya serta niat yang sangat tinggi
sampai ke luar negeri. Ini mungkin ada beberapa contoh analisa tentang
kelompok-kelompok unik dalam
D. Kelompok Kerja dan
Brainstorming
Brainstorming
merupakan teknik kreativitas yang dirancang untuk menghasilkan sejumlah ide-ide
besar untuk solusi suatu masalah. Elektronik brainstorming adalah versi
komputerisasi dari teknik brainwriting manual. Hal ini biasanya didukung oleh
sistem rapat elektronik (EMS), tetapi juga bentuk yang lebih sederhana dapat
dilakukan melalui email dan mungkin browser berbasis, atau menggunakan
peer-to-peer software. Dengan sistem pertemuan elektronik, peserta berbagi
daftar ide di atas internet. Ide dimasukkan secara independen. Kontribusi
segera menjadi terlihat untuk semua dan biasanya anonim untuk mendorong
keterbukaan dan mengurangi prasangka pribadi. Modern EMS juga mendukung sesi
brainstorming asynchronous selama waktu yang lama serta kegiatan tindak lanjut
khas dalam pemecahan masalah secara kreatif kategorisasi proses seperti ide,
penghapusan duplikat, penilaian dan diskusi atau kontroversial diprioritaskan
brainstorming ide.
E. Mengembangkan Kepercayaan
dalam Tim Virtual
Untuk menciptakan teknologi baru para anggota
Tim Virtual dituntut untuk berkolaborasi antar anggota tim. Hal ini hars
ditunjang dengan dipupuknya kepercayaaan antar anggota tim. Hal ini dapat
dilakukan oleh Leader tim dengan melakukan langkah - langkah sebagai berikut :
- Meningkatkan tanggung jawab
bersama
- Pertukaran informasi
- Pengembangan ide - ide baru
- Memberikan motivasi kepada team
- Berani mengambil resiko dan
tanggung jawab ketika proyek tersebut mendapat masalah dan dengan cepat
menyelesaikan masalah tersebut
- Menciptakan kejujuran dan
keterbukaan satu sama lain
Sumber
:













Tidak ada komentar:
Posting Komentar